Kali Ini, Pesan Itu Kali

Posted: January 24, 2012 in All Post

hey sob.. what’s up yoo.. hahahhaa

udah lama gak menyapa kalian dengan cerita.. siang itu awalnya si hiu membaca sebuh status facebook dari seorang teman yang juga seorang seniman lokal yang punya keahlian membuat komik dengan sotoshopnya yang gak seberapa mana :D , dan juga “bisa” menulis cerpen dan juga pastinya memeriksa bulatan jawaban TOEFL…sebut saja namanya si Haruyesblue..hehehe

di bilangnya gini ni; “Cerpen Harian Serambi Indonesia hari ini milik Herman RN. Hm, idenya sederhana, tapi cara dan gaya penuturannya aku suka. Kisah pahit dalam balutan bahasa yang manis.. :-)

awalnya si hiu pikir cerita cerpen yang itu paling cuma gombalan, tp setelah dibaca, cerpen Herman RN yg dimuat di harian lokal tersebut lebih menarik dari permainan Man.City yang malam itu si hiu tonton.. Di sana terdapat kalimat yang beragam, ada rayuan, ada canda dan gurauan. lalu sihiu mencoba mencari sumber cerita itu untuk dibagi buat teman-teman penghuni laut lainnya yang belum sempat membacanya..

Kisah seperti ini banyak bertebaran di dunia nyata. dan sepertinya mengajarkan kita sebaiknya untuk tidak terus menjejak kenangan pada cinta yang telah berlalu. Seperti hamparan rumput yang biasa dijadikan jalan setapak, semakin sering dilewati maka bekasnya kan makin menjejak. Begitu juga kenangan, makin diingat makin sulit dilupakan. huuffttt… makin berat saja.. ketika sihiu membaca cerita ini.. seakan mengingatkan lagi cerita tentang sebuah “cerita”

ini dia ni ceritanya sihiu copy-paste-kan kemari..

Remuk! Sungguh, kali ini Buyung merasa hilang bentuk, selepas mendapat serangkai pesan lewat media fesbuk. Bagi Buyung, kabar dalam rangkaian pesan itu sangat buruk, hingga membuatnya jauh terpuruk.

Betapa tidak, dalam pesan kali ini, Upik berujar, “Ridha Allah berada setelah ridha kedua orangtua. Bukan kehendakku…” Di akhir ujaran, Upik bertutur dengan segenap harapan agar Buyung dapat melupakan atas segala yang pernah jadi dan kejadian, setiap kabar yang selama ini satu sama lain saling bertukaran. Kata Upik, “Semua itu anggaplah sebagai kenangan, petanda kita pernah saling kasih, saling sayang.” Upik menutup pesan dengan ucapan terima kasih atas segenap kasih pada mereka punya kisah.

Tentu saja kabar ini kali membuat Buyung tak habis pikir, karena rentang setahun terakhir, mereka sudah saling ikrar untuk mengukir rumah tangga sebagai akhir takdir. Cukup lama Buyung dan Upik pisah, yakni selepas keduanya tamat sekolah. Kala itu,  Buyung ke ibukota untuk kuliah, sedangkan Upik memilih pendidikan di dayah. Selepasnya, Upik ke negeri para nabi meneruskan studi. Tinggallah Buyung di kampung sendiri.

Rentang pisah keduanya sewindu setahun sampai, Buyung menata hati yang telah sansai, merawat rindu antara kota dan ngarai, hanya mengadu pada bukit dan pantai, sembari menunggu setudi Upik bilakah usai. Keduanya baru setahun lalu kembali dekat, saling tukar kabar walau bukan lagi dengan kertas surat serupa dulu mereka lakukan di rumah mengaji setiap malam Minggu atau Jumat. Kecanggihan teknologi, mereka ambil manfaat dengan saling berbagi user melalui pesan chatt.

 Sejak kembali saling tukar kabar itulah, Buyung kembali hidup gairah, dan yakin bahwa Upik adalah pilihan dalam menjalankan sunnah. Demikian Upik, beberapa kali mengaku salah dan minta maaf karena cukup lama meninggalkan Buyung dalam resah gelisah. “Insyaallah, kali ini aku yakin sudah,” ujar Upik yang saat itu mulai disapa Buyung dengan panggilan “Ustazah”.

Ironis! Setelah berjanji untuk tidak saling meringis apalagi bengis, kabar kemarin pada sore Kamis, membuat Buyung harus berusaha menahan tangis. Sangat malang nasib menimpa si lelaki yang dalam usia dua puluh sembilan masih setia dengan status bujang, demi menanti Upik, dara manis yang berasal dari kampung sebelah kemukiman.

Penantian hanya penantian, kali ini dalam sebuah pesan, Upik mengaku sudah dalam pinangan. Terhenyak Buyung bukan kepalang, tentang janji Upik untuk menyudahi penantian dengan sebuah pernikahan yang diridhai Tuhan. Mimpi dan harapan itu kini telah hilang.

Surat berpesan itu kali yang dikirim Upik pada serangkai kesempatan sejak setahun silam, dibaca Buyung kembali berulang-ulang. Di sana terdapat kalimat Upik yang beragam, ada rayuan, ada canda dan gurauan, sesekali tebersit ucapan tentang mimpi bersama dan harapan-harapan. Bertambah-tambahlah sedak dada Buyung membaca sekalian itu pesan.

“Abang suka warna apa? Kalau adik pink dan ungu sukanya.” Kalimat belum berapa silam itu terbaca jelas sehingga dada Buyung terasa ditusuk batu cadas. Semakin diseretnya kursor ke atas, semakin banyak pesan lama terlintas. Sampailah Buyung pada pesan yang dikirim Upik pada bulan sebelas. “Abang, kalau cari rumah, yang sederhana saja. Yang penting, kita nyaman tinggal di sana kelak.”

Itu pesan diucap Upik saat ditanya tentang rumah yang akan dicari Buyung sebagai bagian persiapan seusai pernikahan. Masih dalam inbox pesan, ada kalimat Upik tentang berbagai saran, soal Buyung yang suka terlambat makan, juga perkara waktu rehat terutama istirahat malam.

Kali ini, seperti surat itu kali yang telah ia balas, Buyung janji usaha ikhlas, pada kasih yang sempat berbalas maupun yang tidak terbalas. “Upik, seperti Tuhan penguasa jagat, cinta ini begitu dekat, walau ia tak terlihat,” ujar Buyung seraya terus menulis sebuah pesan sedikit panjang.

Upik, sejak pengakuanmu bahwa kau dalam pinangan, tiada lagi guna semua pesan. Jika dulu, aku sering kau ingatkan, tentang jangan telat tidur malam, pun perkara jaga kesehatan dan mesti ingat waktu makan, kini semua itu hanya kenangan. Satu yang dapat kusimpulkan, bahwa aku pernah kau sayang.

Upik, kuterima semua yang ditakdirkan, hanya saja tak pernah terpikirkan tentang alasan bahwa kau mesti putuskan segala bentuk kasih sayang dari aku yang telah kau sapa “Abang”, hanya karena kekhawatiran orangtuamu di kampung halaman. Bukankah kau orang berpendidikan? Ini yang tak habis aku pikirkan. Bagaimana mungkin seorang perempuan yang sudah lama mengecap pahit manis perantauan, sudah tinggi ilmu dan pengetahuan, harus takluk pada orangtua punya lamaran. Terlebih lagi putusan itu karena ketakutan bahwa jika aku yang jadi pilihan, kau dan ibumu kelak terpisahkan. Sejahat itukah aku pada keluargamu punya penialaian?

Upik, kendati aku hanya seorang kampungan yang jauh ketinggalan, masih kuingat sebuah riwayat yang guru ngaji ajarkan, bahwa pernikahan tidak bermaksud memisahkan antara orangtua dengan si anak yang telah dinikahkan. Bukankah soal ini kita sudah buat perjanjian, bahwa kau punya kesempatan bermanja dengan ibunda di kampung halaman, walau kita kelak diikat oleh pernikahan?

Ah, sungguh sia-sia semua janji dan mimpi, pun tentang cita-cita cinta kita yang suci, yang sudah terpatri sejak usia kita masih belia sekali. Kini, kau Upik, seperti pengakuanmu tempo hari, sudah dalam pinangan lain lelaki. Ingatkah kau, dulu sekali, aku pernah bertanya padamu, jika tugas kita hamba adalah berdoa, apakah tugas Tuhan mengabulkan setiap pinta? Ternyata doamu yang dikabulkan-Nya. Adapun aku, perlahan mesti mengubah haluan pinta.

Selamat Upik, atas yang telah jadi putusmu, yakni memilih pilihan orangtuamu. Pesanku, jangan melihat ke belakang, karena nanti kau akan melihatku berdiri sendiri di tepi jalan yang sama pernah kita lewatkan. Sungguh, aku belum mampu menyaksikan rona wajahmu yang akan berubah apalagi bening matamu yang nyaris tumpah saat menyaksikan aku punya tingkah. Maka, jangan melihat ke belakang saat kau telah melangkah.

Baru saja buyung hendak menutup surat pesan untuk Upik, tiba-tiba terdengar sebuah letusan. Sekejap kemudian, di hape Buyung muncul sebuah pesan. “Telah terjadi penembakan di Ulee Kareng, seorang lelaki di depan istana boneka tewas di tempat.” Buyung bergegas ke luar!

Herman RN, cerpenis pilihan Kompas 2010.

”ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN”

Jika hari ini ku mati,
Perlahan…
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan…
Semua pergi meninggalkanku…

Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat…

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka…

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih…

Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri…

Ya ALLAH jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka…

Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku…

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yg bahkan kumakan,
Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta…

Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkn hati mereka,
Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya ALLAH aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku,
Menyenangkan saudara²ku..
Untuk sungguh² beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali…

Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu…?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu…

Aku dimakamkan hari ini
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan
Dan ketika semua menjadi terlambat
Dan ketika aku harus sendiri…
Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Masyar…

Ya RABB sampaikan salamku utk sahabatku yg selalu mengingatkanku akan hari terakhirku didunia

#renungkanlah kawan :)

Bapak….!!!
Aku tau, mungkin engkau merundung, sedih dan kecewa… karena engkau tidak punya hari khusus seperti “Hari Ibu”… Engkau tidak punya kota khusus seperti “Ibu Kota”… bahkan di telapak kakimupun tidak dijamin adanya “Surga…. “
Tapi aku bangga padamu Pak…

  • Engkau ditetapkan dalam Al Qur’an sebagai pemimpin..
  • Di belakang namaku selalu ada namamu…
  • Di rapotku tertulis namamu…
  • Di KTP dan Paspor ku ada namamu…
  • Dan… Namamu bersama namaku akan selalu disebut dalam Nisanku hingga ke alam baqa…
  • Aku lahir ke dunia ini karenamu…
  • Aku besar karena jerih payah dan keringatmu….
  • Aku punya karakter karena gemblenganmu..
  • Engkau tak pernah lelah mencari nafkah, meski terkadang nyawa jadi taruhannya….

Karena itu… Aku akan selalu meyanyangimu sepanjang masa sebagaimana sayangku pada Ibu…
Aku akan senantiasa mendo’akanmu sebagaimana perintah yg Maha Kuasa : “Rabbighfirli wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayani saghira….”

” I LOVE YOU FULL BAPAK dan tentu juga IBU..”

*Dari anakmu yg belum puas membalas semua jasa2mu berdua.. 

JANJI SETIA SARJANA

  1. KAMI PARA SARJANA LULUSAN UNIVERSITAS SYIAHKUALA BERJANJI AKAN SENANTIASA MENINGKATKAN KETAQWAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA SETIA KEPADA NEGARA DAN TANAH AIR INDONESIA, SERTA LEBIH MEMENTINGKAN KEPENTINGAN UMUM DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI DAN GOLONGAN.
  2. KAMI PARA SARJANA LULUSAN UNIVERSITAS SYIAHKUALA BERJANJI BAHWA KAMI BERSEDIA MENYUMBANGKAN TENAGA PIKIRAN SERTA KEMAMPUAN KAMI DEMI TERCAPAINYA TUJUAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG BERLANDASKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945.
  3. KAMI PARA SARJANA LULUSAN UNIVERSITAS SYIAHKUALA BERJANJI BAHWA KAMI AKAN MENJUNJUNG TINGGI NORMA-NORMA ILMU PENGETAHUAN DALAM BIDANG DAN KEAHLIAN KAMI MASING-MASING BERLANDASKAN MORAL YANG TINGGI DAN NILAI-NILAI KEBUDAYAAN BANGSA.
  4. KAMI PARA SARJANA LULUSAN UNIVERSITAS SYIAHKUALA BERJANJI UNTUK SETIAP SAAT MELAKSANAKAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SERTA TUGAS-TUGAS YANG DIBEBANKAN KEPADA KAMI SECARA JUJUR BERTANGGUNGJAWAB DAN DENGAN PENUH KESUNGGUHAN HATI.
  5. KAMI PARA SARJANA LULUSAN UNIVERSITAS SYIAHKUALA BERJANJI AKAN SELALU MENJAGA NAMA BAIK ALMAMATER DAN KORPS, ALUMNI UNIVERSITAS SYIAH KUALA.

 

DARUSSALAM, 26 NOVEMBER 2011

Maaaaaaaaaaaaaaaakkk... Anakmu udah Sarjanaaa

“Suatu hari seorang pemuda melihat seorang wanita tua, berdiri di pinggir jalan, tetapi meskipun dalam keremangan, pemuda itu bisa melihat kalau wanita itu sedang membutuhkan pertolongan. Jadi dia keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah depan mobil mercedes wanita tua itu. Mesin mobil VW pemuda tersebut masih menyala ketika dia berjalan mendekati wanita tua tersebut.

Sekalipun wajah pemuda tersebut  tersenyum, tetapi si wanita tua itu tetap menunjukkan raut wajah cemas. Sudah satu jam lebih dia berdiri di situ, tetapi tidak ada satu orangpun yang berhenti untuk menolongnya. Apakah laki-laki itu berniat menyakiti wanita tua tersebut? Laki-laki tersebut tidak terlihat bersahabat; dia kelihatan miskin dan lapar.

Pemuda itu tahu kalau si wanita tua tersebut sedang ketakutan, berdiri diluar dalam cuaca malam yang dingin. Laki-laki itu tau apa yang sedang dirasakan oleh wanita tua itu. Hanya situasi yang seperti itu yang bisa membuat orang merasa ketakutan seperti yang dirasakan oleh wanita tua tersebut.

Laki-laki itu berkata, “saya disini untukmenolong anda bu. Silahkan ibu tunggu sambil duduk di dalam mobil saja biar tidak kedinginan. Oiya, nama saya Adam.”

Sebetulnya mobil wanita tua tersebut hanya bocor ban, tetapi bagi seorang wanita tua, itu sudah sangat menyulitkan. Adam kemudian masuk ke bawah mobil dan mulai mencari tempat untuk memasang dongkrak dan mengganti ban mobil wanita tua tersebut. Tidak lama kemudian dia sudah selesai mengganti ban yang bocor itu. Tetapi dia menjadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika si Adam sedang mengencangkan baut-baut roda, wanita tua itu menurunkan kaca jendela mobilnya dan mulai berbicara ke si Adam. Wanita tua itu menceritakan kalau dia berasal dari kota sebelah dan sedang melintas daerah itu. Dan wanita itu tidak tahu harus berterimakasih seperti apa kepada si Adam atas pertolongan yang diberikannya.

Adam hanya tersenyum ketika dia menutup bagasi mobil wanita tua tersebut. Wanita tua itu menanyakan berapa uang yang harus dia bayarkan kepada si Adam. Berapapun jumlahnya akan dia berikan dan tak jadi masalah baginya. Wanita tua itu sudah membayangkan semua hal terburuk yang bisa saja terjadi padanya jika si Adam tidak berhenti dan menolongnya. Adam tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya untuk meminta bayaran dari wanita tua tersebut. Ini bukan pekerjaannya. Ini hanya sekedar bantuan yang dia berikan kepada seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, Tuhan juga tahu kalau sebelumnya ada banyak sekali orang-orang yang telah memberikannya bantuan ketika dia membutuhkan. Adam sudah menjalani hidup dengan cara yang seperti itu sepanjang hidupnya, dan dia tidak akan mengubahnya.

Adam memberitahukan wanita tua itu, jika dia benar-benar ingin membalas jasanya, maka dia bisa membantu orang lain jika suatu ketika wanita tua itu menjumpai seseorang yang membutuhkan pertolongannya, dan si Adam menambahkan, “Dan Ingatlah saya”.

Adam menunggu wanita tua itu hingga dia men-starter mobilnya dan melaju hilang dalam kegelapan. Ini merupakan benar-benar hari yang melelahkan baginya dan cuaca sangat dingin, tapi dia juga merasa senang karena dia sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya.
Beberapa mil jaraknya setelah wanit tua itu meneruskan perjalanannya dia melihat sebuah warung yang masih terbuka. Kemudian dia singgah untuk mencari makanan yang bisa dimakan untuk mengganjal perutnya yang terasa lapar, dan untuk sedikit bersantai untuk menghilangkan ketegangan yang dirasakannya tadi sebelum dia melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya. Warung itu terlihat kotor dan kumuh. Semua pemandangan yang ada di warung itu terlihat asing bagi wanita tua tersebut. Pelayan warung itu mendatangi wanita tua tersebut dan membawakannya selembar handuk bersih untuk mengelap kepalanya yang basah karena kehujanan. Pelayan warung itu memiliki senyuman manis yang tak mungkin terhapus di wajahnya, Wanita tua itu kemudian menyadari kalau pelayan warung itu sedang hamil menjelang 8 bulan, tetapi itu tidak membuat pelayan warung itu kehilangan senyum manisnya meskipun sedang merasa sakit dan pegal. Wanita tua itu bertanya-tanya pada dirinya bagaimana mungkin orang yang miskin bisa memberikan hal seperti ini kepada orang asing seperti dia.

Kemudian dia teringat si Adam.

Setelah wanita tua itu selesai makan, dia membayarnya dengan selembar uang seratus ribu.
Pelayan warung itu kemudian pergi untuk mengambil kembaliannya, tetapi
Wanita tua tadi sudah beranjak keluar pintu. Dwanita tua itu sudah pergi ketika pelayan warung itu kembali. Pelayan itu bingung dimana wanita tua tadi. Kemudian dia melihat ada sebuah tulisan di serbet yang terletak di meja.

Pelayan warung itu menitikkan air mata ketika membaca tulisan yang ditinggalkan oleh wanita tua tadi: “Kamu tidak perlu merasa berhutang apa-apa dengan saya. Saya juga sudah pernah merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan sekarang. Seseorang telah membantu saya, seperti cara saya membantu kamu. Jika kamu benar-benar ingin membalas kebaikan saya, yang kamu harus lakukan adalah: Jangan biarkan rantai kasih sayang untuk saling membantu seperti ini terputus dan terhenti sampai disini saja.”

Di bawah serbet itu terdapat uang seratus ribu 4 lembar lagi.

Lalu wanita hamil pelayan warung itu kembali melanjutkan rutinitasnya di warung, membersihkan meja, dan melayani pesanan dari orang-orang lainnya yang sedang singgah di warungnya seperti hari-hari lain yang telah dilewatinya.

Malam itu ketika wanita pelayan warung itu  pulang kerja dan hendak tidur, dia teringat kembali tentang uang dan catatan kecil yang ditinggalkan oleh wanita tua tadi. Bagaimana mungkin si wanita tua itu tadi bisa tahu jumlah uang yang sedang dia dan suaminya butuhkan? Dengan bayi yang akan lahir bulan depan, kondisi keuangan mereka memang benar-benar dalam kesulitan…

Wanita pelayan warung itu tau persis kekhawatiran yang sedang dirasakan suaminya, dan suaminya itu sekarang sedang tertidur pulas di sisinya, lalu kemudian dia mencium kening suaminya dan berbisik dengan lembut, “Semuanya akan baik-baik saja. Aku mencintaimu Adam.”

=Selesai=

*Rawa Sakti Coffee, 12 Desember 2011, 5:40 pm

ASAL USUL KENTUT

Posted: December 11, 2011 in Cerita Inspirasi, Joke, Kesehatan

Darimana asal kentut?

Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yg kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.

Apa komposisi kentut?

Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen.

Kenapa kentut berbau busuk?

Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut & makin busuklahkentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.

Kenapa kentut menimbulkan bunyi?

Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas & sempitnya lubang anus. Kenapa kentut yg busuk itu hangat & tidak bersuara? Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya, tapi SBD (Silent But Deadly).

Berapa banyak kentut diproduksi sehari?

Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.

Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur?

Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit & berbelit-belit.

Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain?

Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu, kecepatan & arah angin,berat molekul gas kentut, jarak antara ‘transmitter’ dengan ‘receiver’. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar & konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding. Tak ada pengaruh bau ini jika ‘receiver’ lagi pilek.

Apakah setiap orang kentut?

Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggal pun orang masih bisa kentut.

Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan?

Tidak ada kaitannya dengan gender. Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya, dan disaat kentut banyak sekali jumlahnya & sangat pekat konsentrasi yg dikeluarkan.

Saat apa biasanya orang kentut?

Pagi hari di toilet. yang disebut “morning thunder”. Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah dan seantero kampung.

Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut?

Kacang-kacangan mengandung zat gula yg tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).

Selain makanan, apa saja penyebab kentut?

Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).

Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang?

Tidak. Sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak.

Kemanakah larinya kentut bila tidak di keluarkan ?

Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor. Tapi bermigrasi ke bagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap,tapi hanya mengalami penundaan dan hal ini kalau sampai keluar akan menyebabkan orang di sekitar bisa pingsan.

Mungkinkah kentut terbakar?

Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yg combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen.

Bisakah menyalakan korek api dengan kentut?

Jangan mengada-ada. Konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.

Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk?

Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau.

Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut?

Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau mencium bau kentut terlalu banyak.

Apakah warna kentut?

Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.

Kentut itu apakah asam, basa atau netral?

Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).

Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus?

Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sana pun tidak ada pengaruhnya jadi mubazir kalo kita kentut di sana. Mendingan kentut aja sepuasnya di Bumi, karena belum bayar dan masih bebas pajak.*

4 tahun, 48 bulan, lewat beberapa hari.. iya segitulah waktu yang si hiu perlukan untuk bisa membuat postingan ini..

ada begitu banyak peristiwa yang menjadi cerita perjalan panjang selama 4 tahun, 48 bulan, lewat beberapa hari yang telah si hiu tuangkan dalam bentuk postingan-postingan lain sebelumnya..

mulai dari rasa #galau yang muncul setiap malam jika ingat urusan kampus (baca what’s on my mind) atau bahkan rasa #galau yang muncul disaat matahari menyapa sekitar jam 11.00  dalam postingan “Entahlah”  sampai cerita tentang kisah seorang anak muda yang sedikit tragis dalam cerita ketika cinta terhalang ijazah

dan pastinya yang menjadi puncak kegalauan akut mendekati seteress tertuang dalam cerita Tuhan Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir

tapi semua itu telah berakhir.. si hiumerah yang berhati lumba-lumba sekarang telah mendapatkan senyumnya kembali.. tepatnya tanggal 26 November 2011..

Ini dia neh.. flash back momen bersejarah yang terjadi di tanggal 26 November 2011 yang telah mengembalikan tawa si hiumerah yang telah lama hilang :D

masuk dalam barisan jalan beriringan :D

 

di dalam ruangan duduk di kursi masing-masing

Pak Rektor and de Genk (anggota senat) memasuki ruangan

"selamat ya" / "terimakasih pak" akhirnya kita salaman juga ya pak rektor :)

 

ini namanya pak dekan.. tugas beliau pindah-pindahin tali sambil ikutin ucapan pak rektor tadi: "selamat ya" :D

Alhamdulillah..beres juga...ingin lansung berteriak di atas panggung dan loncat-loncat.. tapi tahan dulu biar tetap kelihatan kalem :)

Raut wajah dulu yang telah kembali...#masih sedikit kalem, bentar lagi meledak tapi... :D

emaaaaaaakkkkkkkk................ bapaaaaaaaaaaakkkkkkkk...................... ini dia ijazah yang selama ini aku janjikan... akhirnya jadi juga sarjana...... #bahagia campur sedikit haru :D

hehehehe..akhirnya :)

paakk.. dulu anak mu ini bercita-cita jadi vokalis band.. makanya syalnya hiu sangkut ke bahu sebelah.. *tapi ini rahasia kita aja ya pak, jangan tau mamak :D

aaahhh..si hiu tak kan mungkin sanggup balas semua jasa emak & bapak.. tapi setidaknya foto ini bisa sedikit membuat emak & bapak tersenyum tiap kali melihat foto ini.. beberapa tahun lagi kita foto begini lagi ya.. waktu si hiu dapat ijazah "satu" lagi yang ada kakinya :P

dari kiri: bapak, mamak, keponakan ke-1, si hiu, kakak kandung ke-2, keponakan ke-2, abang ipar 1, sebetulnya ada 2 anggota lagi yang tidak bisa hadir.. abang kandung ke-1 dan kakak ipar 2,

Dan masih ada kaitannya juga dengan momen ini.. saya juga ingin mengucapkan terimakasih untuk orang-orang yang selalu setia membantu saya sebagai temannya dalam perjalan panjang selama 4 tahun, 48 bulan, lewat beberapa hari dan juga terimakasih untuk orang-orang yang pernah membantu dan menganggap saya sebagai temannya..meskipun hanya lewat sebuah do’a :) karena bagaimanapun kita tetap teman kawan, dan teman itu seperti benda-benda antariksa..mungkin kita tidak bisa melihat mereka setiap hari, tapi mereka ada disana..

Semoga Allah membalas semua jasa-jasa dan kebaikan kalian dimanapun kalian sekarang berada.. :)

 

Apakah terjemahan bahasa asing kebutuhan yang penting bagi anda saat ini? Anda membutuhkan terjemahan dokumen untuk keperluan  pendidikan, bisnis, atau untuk kepentingan lainnya hari ini?

The Globe Translation (TGT), memahami ini dan dapat membantu anda memecahkan kendala bahasa dengan memenyediakan jasa menterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dan juga sebaliknya.

Jasa Terjemah yang TGT Tawarkan:

Kami menyediakan servis terjemahan terbaik untuk anda seperti berikut ini:

  • Terjemahan dokumen
  • Terjemahan dokumen resmi / legal; akte, ijazah, dll.
  • Terjemahan Jurnal dan hasil penelitian; pendidikan, bisnis, medis, dan sains.
  • Terjemahan dokumen teknis; formulir, intruksi, etc
  • Terjemahan audio
  • Terjemahan email
  • Terjemahan website

=====================================oo0oo===================================

Silahkan kirim dokumen anda kepada kami untuk mendapatkan penawaran harga dari kami melalui email: theglobetranslation@gmail.com

Atau silahkan hubungi kami melalui:

Telepon: 081 360 024 054

email      : theglobetranslation.com

website : www.theglobetranslation.com

Penawaran harga kami bebas biaya dan tidak ada persyaratan apapun

Ternyata Jepang selain meninggalkan sendal dan buah labu.. mereka juga meninggalkan benteng di Aceh – Sabang :)

batu prasasti yang dibuat setelah pemugaran

Mulai menelusuri lorong dalam benteng

photo dulu di salah satu lubang persembunyian dalam benteng

Sebelum naik ke puncak benteng..photo dulu..

nyampe juga di puncaknya yang menghadap lansung ke laut untuk menghadang kapal-kapal belanda dulu

Akhirnya sampe juga di ujung benteng..posisinya lansung menghadap ke laut

Saatnya pulang dan siap-siap menuju ke pulau rubiah..

Kilometer Nol

Posted: November 24, 2011 in All Post

Merapat di pelabuhan sabang

Tunnguin semua pasukan merapat setelah turun dari Fery

Jalan menuju Km. Nol (0)

Parkir di Km. 0 (awas banyak monyetnnya)

  • Sampe juga di Kilometer Nol

Keliling dulu tugunya sekali biar sah..

Rupanya Slank dah duluan nyampe dimari :D

Selesai di km. nol, sekarang kita gerak ke tempat lain lagi