Archive for the ‘All Post’ Category

 Alkisah, pada suatu hari saat susu menjadi hitam, kopi pun bingung…

Galau susu bukan karena kopi hitam, tapi karena susu ingin hitam secara warna namun tetap putih secara        subtansi…

Susu sudah lama cemburu pada kopi yg secara warna saja sudah kalah darinya, namun peminatnya lebih banyak. karena rasa tak pernah bohong walaupun rasa bisa saja salah.

Susu bertambah kecewa ketika perpaduan antara susu dan kopi disebut kopi-susu bukan susu-kopi. sungguh tak adil menurut susu, mungkin itu keadilan yg dirasakan susu. walaupun rasa tak pernah bohong bukan berarti rasa tak pernah salah

Kekecewaan susu bukan unsur iri hati, faktanya belum ada warsus (warung susu). sementara warkop kian merajai kutaradja

Susu menyadari bahwa kopi memang sedang memimpin, setidaknya 5 tahun kedepan. namun susu tak pernah menyerah, karena yg bergizi sepertinya tetap berharga dan dibutuhkan. tentu dibutuhkan cara efektif untuk mengalahkan superioritas kopi dan butuh kesabaran

Kopi boleh saja bangga dgn kekuasaannya tapi jangan lupa susu punya keteguhan hati dan siap menyongsong masa depan. karena rasa mulai bohong dan bicara ala pangeran berkuda putih yg berambut gondrong serta bergigi kuning namun tanpa suara seperti mr.bean

Susu tetap istiqamah dan konsisten membantu manusia diwaktu balita hingga dewasa, walaupun saat manusia dewasa susu mulai tergantikan dgn kopi dan minuman lainnya, tetapi keteguhan akan nilai gizi tetap dipertahankan. itulah mengapa Rasullah memilih susu, jadi sebenarnya, susu tak perlu kecewa karena dinegara manapun susu tetap memiliki peminat walaupun minim.

Pesan moral: *Pergilah ke negeri dimana rakyatnya tak waras, maka engkau yg waras harus rela dikatakan tak waras.

 

Advertisements

Apakah terjemahan bahasa asing kebutuhan yang penting bagi anda saat ini? Anda membutuhkan terjemahan dokumen untuk keperluan  pendidikan, bisnis, atau untuk kepentingan lainnya hari ini?

The Globe Translation (TGT), memahami ini dan dapat membantu anda memecahkan kendala bahasa dengan memenyediakan jasa menterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dan juga sebaliknya.

Jasa Terjemah yang TGT Tawarkan:

Kami menyediakan servis terjemahan terbaik untuk anda seperti berikut ini:

  • Terjemahan dokumen
  • Terjemahan dokumen resmi / legal; akte, ijazah, dll.
  • Terjemahan Jurnal dan hasil penelitian; pendidikan, bisnis, medis, dan sains.
  • Terjemahan dokumen teknis; formulir, intruksi, etc
  • Terjemahan audio
  • Terjemahan email
  • Terjemahan website

=====================================oo0oo===================================

Silahkan kirim dokumen anda kepada kami untuk mendapatkan penawaran harga dari kami melalui email: theglobetranslation@gmail.com

Atau silahkan hubungi kami melalui:

Telepon: 081 360 024 054

email      : theglobetranslation.com

website : www.theglobetranslation.com

Penawaran harga kami bebas biaya dan tidak ada persyaratan apapun

Kilometer Nol

Posted: November 24, 2011 in All Post

Merapat di pelabuhan sabang

Tunnguin semua pasukan merapat setelah turun dari Fery

Jalan menuju Km. Nol (0)

Parkir di Km. 0 (awas banyak monyetnnya)

  • Sampe juga di Kilometer Nol

Keliling dulu tugunya sekali biar sah..

Rupanya Slank dah duluan nyampe dimari 😀

Selesai di km. nol, sekarang kita gerak ke tempat lain lagi

“Selamat malam, pemirsa. Hari ini bersama saya, si HiuMerah, selama beberapa menit kedepan saya kembali menyuguhkan kisah teman-teman saya, serta mengangkat hal-hal yang dianggap tabu, menjadi layak dan patut untuk diperbincangkan. Semua akan kita kupas tajam, setajam… Pisau cukur!”

senang bisa kembali menyapa, dari kota yang tak seberapa mana ini 😀

setelah seharian hari ini bergelut dengan ‘nesis’ sepertinya ini waktunya untuk istirahat sejenak, tambahkan kopi ke gelas bakar dupa dan mari kita bercerita lagi..

Masih ingat dengan cerita tentang teman si hiu, “Mr. T” yang suka melintir rambut itu?? mari kita selesaikan cerita tentangnya di part III (final) malam ini agar arwahnya tenang di seberang sana..

sebetulnya ada beberapa topik yang sihiu bingung milihnya (macam selebritis aja tu orang). Berhubung di part II si hiu menyinggung tentang idealismenya yang tinggi dalam melakukan aksi-aksi jadi si hiu memutuskan untuk mengangkat topik DEMONSTRASI dan AKSI di cerita Mr.T bahagian terakhir ini..

Begini ceritanya…

FKIP Unsyiah saat itu selalu dianggap anak tiri, dengan fasilitas ala kadarnya yang membuat para mahasiswanya agak kecewa dengan pihak penguasa kampus. Pagi itu Mr.T melihat seorang aktifis kampus sibuk mengumpulkan mahasiswa, meskipun dia tak tahu pasti tujuannya, dan tanpa banyak tanyak, langsung saja dia ikut bergabung. Akhirnya mereka menuju depan biro rektor unsyiah. Dalam orasinya, pria bermancung giginya itu mengatakan : Hari ini kita minta keadilan dari pihak Rektorat, saia telah bertemu dengan Dubes Amerika, Australia, dan Inggris dan telah menceritakan kondisi gedung FKIP tercinta. Begitu petikan orasi yang hingga saat ini terekam di kepalanya. Itulah hari pertama dia mengenal dunia parlemen jalanan. Belakangan setelah mengenal orang tersebut, dia tahu bahwa ucapan itu hanya gertak sambal untuk menampar biro rektor yang angkuh saat itu.

Demo di Hari Kelahiran

Demo diluar kampus yang paling diingatnya adalah demo disaat hari ulang tahunya sendiri. Beberapa hari sebelum demo, Mr.T sempat berdiskusi dengan beberapa kawan – kawan maupun adek letting kampusnya, dan sesungguhnya isu demo yang akan diangkat tentang kenaikan BBM. Beberapa diantara mereka memang orator ulung dan juga beberapa adek letting yang baru saja menginjakkan kakinya di unsyiah.

Dana selalu jadi masalah klasik dalam setiap gerakan (maklum anak kos, awal bulan makan ayam, akhir bulan makan calon anak ayam, atau bahkan kadang hanya makan indomie), karena demo waktu itu memang tanpa paksaan maupun difasilitasi pihak tertentu. Seorang teman Mr.T yang juga seorang ‘toke’ dengan ikhlas menyiapkan mobil pick-up nya untuk mengangkut massa. Aksi pun mereka lakukan, dan dengan massa yang tidak begitu banyak, tapi mantapya lagi pengiring mereka adalah mahasiswi yang berkendaraan roda dua.

Penuh semangat, mereka pun menuju gedung DPRA, walaupun rintik hujan membasahi bumi, tetapi itu tidak melemahkan perjuangan mereka hari itu. Mereka membakar ban kreta yang menjadikan aksi semakin memanas. Setelah aksi selesai mereka lakukan, ditengah perjalanan menuju kampus tanpa dikomandoi, teman – teman yang tadi ikut serta dalam melakukan aksi mengucapkan selamat ulang tahun untuk Mr.T. Sungguh bahagia sepertinya Mr.T hari itu (lagi-lagi rambut yang jadi korban pelintiran jari-jarinya), ternyata diantara teman-temannya yang sama-sama turun ke jalan untuk melakukan aksi bersamanya ada yang mengingat hari kelahirannya.

Jika biasanya kue tar atau sejenisnya di hari ulang tahun seseorang, maka yang mereka persembahankan hari itu adalah sebuah spirit tanpa kenal pamrih dalam mendukungnya berjuang dengan cara yang sesuai dengan ‘identitas’nya. Bahkan seorang adek letting rela mengeluarkan sedikit uangnya untuk mengisi bensin pick-up. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Mr.T waktu itu, yang ada hanya pancaran sinar mata dan rambut yang kena pelintit menyiratkan kebahagiaan dan ungkapan rasa Terima kasih buat kawan – kawan yang merayakan ulang tahunnya di gedung DPRA dan bundaran simpang lima dengan cara melakukan aksi turun ke jalan.

*Tapi belakangan banyak juga kawan2 yang palak setelah mengetahui sepertinya ada konspirasi dalam penetapan tanggal aksi bertepatan dengan ulang tahunnya Mr.T — wkwkwkw – (bacanya: hahahahahhaa….alias ketawa)

Saat Jadi Pimpinan Aksi

Saat itu sebagai ketua Umum ESA, Mr.T memiliki perbedaan pandangan dengan BEM FKIP Unsyiah (biasa lah, kalo sama warna kan gak meriah). Namun bukan berarti mereka saling menghujat apalagi mencaci. Belakangan beberapa ketua himpunan yang tidak puas dengan BEM saat itu datang pada Mr.T dan meminta solusi atas persoalan kampus, dan Mr.T memutuskan untuk mengadakan rapat di RKU III.

Dalam rapat tersebut mereka membentuk Forum yang mereka beri nama FORSIMAPED-FKIP. Secara kebetulan Mr.T didaulat menjadi pimpinan forum tersebut. Hasil rapat memutuskan akan dilakukan aksi esok harinya di depan biro rektor. Lagi2, persoalan dana menghambat gerakan mereka saat itu, lalu muncul ide khasnya Mr.T untuk menemui Pembantu Dekan hari itu juga. Saat menemui pembantu dekan, mereka katakan maksud kedatangan mereka. Ini sedikit sedikit dialog hari itu yang terjadi antara Mr.T dan pak PD.

Mr.T : ”Pak, beberapa ketua Himpunan di FKIP ingin perubahan di FKIP dengan melakukan aksi”.

PD3: jangan, ngapain?kan gak baik gitu. Kita kan maunya FKIP damai selalu.

Mr.T : kalo begitu, bapak harus bantu kami untuk mengumpulkan ketua- ketua Himpunan, bapak kan tahu, untuk itu kami butuh dana *(padahal dananya buat demo dekanan)

PD3 : tanpa ragu beliau (sekarang beliau sudah alm) mengeluarkan uang sebanyak 300 rb. (kena dech lho pak)

Selanjutnya, dengan wajah riang merekapun segera membeli kartoon, spidol dan menyewa damri untuk aksi esok hari. Aksi pun mereka lakukan. Dan setelah aksi demonstrasi selesai mereka lakukan pak PD3 menjumpai Mr.T, dan berkata:

PD3 : katanya mau buat diskusi, tapi kok malah jadi demo?

Mr.T: Iya pak, benar pak diskusi, dan hasilnya kami harus lakukan aksi.

PD3 : *Sambil tersenyum : alahai nak, pinter kali bersilat lidah, tapi ya sudahlah.

Itulah kisah pertama kali Mr.T memimpin aksi demonstrasi, dan setelah aksi pertamanya itu pihak rektorat memanggilnya untuk menghadap, ada tawaran menggiurkan. Dan itu ternyata tawaran yang didapatkan oleh para pemimpin-pemimpin aksi sebelumnya. Katanya: bukan munafik, tapi memang tak diambil tawaran tersebut. Mau tau tawarannya? #nomention ajalah, ntar kalo dibuka di sini nanti dianggap pembusukan karakter.

Andai saja saat itu tawaran tersebut diambil, mungkin cerita ini tak pernah ada karena kami tak akan pernah punya kesempatan untuk berbincang-bincang dan berbagi cerita.

———————————————————————–the End———————————————————————–

Entahlah…

Posted: January 13, 2010 in All Post, Cerita Harian

Masih seperti kebanyakan dari hari2 sebelumnya,
matahari pagi selalu datang lebih awal
lebih cepat dari mata ini terbuka

rutinitas seperti biasa pun dimulai.. cuci muka ala kadar, gosok gigi dan cari posisi enak buat internetan (yang gratisan jadi prioritas) hehehee

hari ini aku lebih milih untuk gabung dengan teman-teman kampus yg kebetulan juga lagi nangkring di sebuah cafe di daerah berabon..

cafenya lumayan, designnya OK, tempatnya nyaman, bikin betah untuk duduk berjam-jam..

hari ini aku sedang tidak mau mikir masalah proposal thesis aku yang lagi aku kerjakan..setelah proposal pertama di tolak sama dosen wali, belum ada semangat untuk merampungkan proposal yang ke dua ini, walaupun bahannya sudah terkumpulkan sedikit demi sedikit.

Entahlah………….

what’s on my mind?

Posted: January 11, 2010 in All Post, Cerita Harian

Kosong dan hampa
penuh sesak di dalam kepala
seperti pesawat tempur yang meraung di angkasa
entah apa yang ada di benak ini

Masalah, beban, penyesalan
ahhhh……hampa dan kosong
sebuah keputusan di masa lalu
menyebabkan rentetan sebab akibat
sekarang, besok,atau entah kapan

seharusnya pola pikirku itu sekarang “How”
tapi “what” dan “why” masih tak mau pergi
masi terlalu sulit…
semua masi kelihatan semu..

tak beraturan…
ingin melangkah ke depan…
tapi semangat itu belum ku dapat..
semangat seorang gerilyawan muda di kelas B

terlalu….
semua serba terlalu…
meskipun tak ada kata terlambat
dan never give up

butuh waktu dan pengertian
iya…. waktu dan pengertian
sesuatu yang mungkin agak sulit dimengerti
tapi mereka harus berusaha untuk mengerti

inilah aku yg sekarang
aku yang sekarang
bagaimanapun aku adalah aku
aku bukan dia, dan bukan mereka

“dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”
pepatah itu benar…
benar…
Adaptasi…adaptasi…
harus beradaptasi…
menyesuaikan sesuatu yg sejalan dengan jalan pikiran mereka…
meskipun sebetulnya aku lebih dari itu…
lebih… aku yakin akan itu.. karena aku sangat mengenal diriku dan apa yang aku punya pada diriku…

tapi Adaptasi…
iya..aku harus beradaptasi…
menyesuaikan diri dengan sekitar..
mengikuti pola pikir mereka…
karena aku hidup di lingkungan mereka…

layaknya seorang manusia yang hidup di dunia drakula
dan setiap hari harus meruncingkan taringnya
agar di anggap sebagai kalangan mereka…
meskipun sang manusia itu mempunyai 2 tangan dan otak cerdas yg bisa melakukan banyak hal dengan cara yang beda…

tapi dia hidup di dunia drakula..
yang mengharuskan hanya dengan taring dia dianggap…

baiklah.. aku akan maju ke depan
menggunakan semua alat yg sudah aku punya
akan aku runcingkan taring ini
supaya sama seperti mereka

tapi bagiku taring ini tak lebih hanya sebagai topeng
topeng agar menjadi kalangan di antara kalian
yang “mendewakan” taring…

karena aku yakin
dan tau pasti…
apa yang aku punya…
lebih tajam dari taring mereka…

Banda Aceh is the capital city of Nanggroe Aceh Darussalam Province. Before 28th of December 1962 it was called Kuta Radja. Banda Aceh is a center of all economic, political, social, and cultural activities for Aceh province. Banda Acehs’ society is heterogeneous and consists of different social status. But, Banda Aceh has a place which called coffee shop, where we can find all of those heterogeneous people are chatting and spend many hours for a cup of coffee.

Coffee is a brewed beverage prepared from roasted seeds, commonly called coffee beans, of the coffee plant. Today, coffee is one of the most popular beverages worldwide. Coffee has played an important role in many societies throughout modern history including in Banda Aceh. based on my own experience and what I have seen in some coffee shops that provide the typical taste of Acehs’ coffee and mostly visited by people from Banda Aceh and tourism. The topic they were discussed make them able to spend the time one hour or more jut for a cup of coffee.

The following topics are the most common topic that the were discussed ;

1. Personal story

    Some people use the coffee shop as the place where they can share each other about their daily life, this kind of discussion usually held by a group of people who has a good friendship relation among them.

    2. Business arrangement

      Some businessman and entrepreneur in Aceh use a coffee shop as their non formal office or what they called “secondary desk”, they do the negotiation and arrange the deal on their business matter at the coffee shop, and sometime the transaction as well.

      3. Professional discussion

        This kind of discussion usually held by the government employee, or the employee from private company who choose the coffee shop as a place for their break time. Some students’ organizations also held the meeting at the coffee shop to discuss their organizations’ program and other issues that related to organization.

        4. Political issue

          Usually this kind of topic is discussed by mostly Acehneses’ societies, the political issues usually raised from the news that they read from local or national newspaper, or what they have watched from TV, and they reanalyzed and discussed according to their own opinion and perception.

          5. School or University stuff

            Most of University students also spend their time at the coffee shop for many hours in a day, they discussed many topics that related to their daily activity. But, most of the topics are related to what they have experienced in university, and sometimes sport news also becomes the most favorite topic to be discussed among the students.

            In short that the idea of spending time for many hours drinking a cup of coffee is not only because of the coffee taste, but also the topic of discussion and the purpose of gathering at the coffee shop has played an important role why some people are able to spend mostly their time at the coffee shop.  Still many studies have examined the relationship between coffee consumption and certain medical conditions; whether the overall effects of coffee are positive or negative is still disputed, but the coffee lover in Banda Aceh are increasing day after day.